Merekrut orang-orang berbakat hebat yang berperan sebagai kekuatan budaya perusahaan merupakan salah satu dari tanggung jawab paling utama seorang CEO, tak peduli apakah perusahaannya masih dalam status startup atau sudah mapan.


Sebagai bagian dari perekrutan tenaga kerja berkualitas, terdapat tiga aspek utama untuk dipertimbangkan: menjaring kandidat dalam saluran perekrutan, menilai budaya kerja yang mereka anut dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan, dan akhirnya meyakinkan mereka yang yang terpilih untuk bersedia masuk dan bergabung dalam tim. Bagi banyak jenis posisi, terdapat banyak kandidat berkualitas dan proses perekrutan menjadi lebih rumit.


Berikut merupakan 3 langkah tak lazim yang bisa Anda lakukan dalam proses perekrutan menurut David Cummings:


Esai tertulis untuk semua posisi


Kemampuan kandidat untuk menulis berhubungan erat dengan kemampuan menyelesaikan pekerjaan terlepas dari posisinya, lebih dari apapun.


Pemeriksaan budaya dengan pendiri dan/ atau tim budaya perusahaan


Berikan pemahaman bagi pegawai yang bertugas merekrut bahwa mereka harus memilih pegawai dengan budaya kerja yang sesuai dengan kultur perusahaan sehingga kelak bisa memperkuat budaya perusahaan yang sudah baik. Lakukan chekc and balance bagi para manajer rekrutmen yang hendak merekrut kandidat.


Persetujuan yang bulat


Ini membutuhkan 100% kata sepakat dari setiap orang/ pihak yang terlibat dalam proses perekrutan terlepas dari senioritas atau posisi.


Yang terpenting bukanlah menjadikan proses perekrutan sebagai sesuatu yang memberatkan tetapi lebih sebagai sebuah upaya untuk membangun tim terbaik. Menghabiskan lebih banyak waktu dalam proses perekrutan bisa dimengerti mengingat jumlah waktu yang begitu banyak yang dihabiskan dengan orang yang sudah direkrut. (*AP)