Banyak perusahaan yang memiliki rencana dan strategi untuk menjaring tenaga kerja potensial di kampus-kampus ternama. Di sini, mereka memfokuskan diri dalam membangun branding dan melakukan perekrutan. Akan tetapi hadir di kampus-kampus tidaklah cukup.

Untuk membangun sebuah brand di kalangan mahasiswa perguruan tinggi, Anda harus menyuguhkan kisah yang memikat mereka.

Gunakan bahasa yang generasi Millenial ini gunakan sehari-hari dan jangkau tempat-tempat yang menjadi tempat mereka berkumpul dan berinteraksi secara intens untuk membicarakan berbagai topik bahkan yang diluar lingkup akademik.

Cobalah juga menjelajahi ruang-ruang dunia maya yang menjadi kegemaran mahasiswa. Berinvestasilah pada situs yang kaya konten menarik dan otentik.

Jangan lupa agar konten itu mudah diakses dari berbagai perangkat terutama ponsel pintar yang digandrungi kalangan muda-mudi ini. Unsur visual yang menarik juga vital dalam menarik mereka.

Pamerkan alumni-alumni yang berhasil dalam karirnya di perusahaan Anda. Mereka bisa menjadi suri teladan yang memotivasi para juniornya untuk bergabung dalam perusahaan Anda.

Berikan paparan tentang pengalaman magang yang menyenangkan. Testimoni nyata dari tenaga magang juga akan membantu.

Siapkan sebuah halaman web yang fokus pada citra brand Anda, yang isinya mencakup perjalanan brand, visi dan misinya, budaya yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan perusahaan, dan mengapa orang harus bergabung dengan perusahaan Anda itu.

Anda juga bisa menggunakan jejaring sosial. Temukan minat-minat para lulusan kampus yang dibidik dengan Linkedin, siapa yang menjadi panutan mereka, mengapa mereka menyukai sosok-sosok itu, dan sebagainya.

Sebagian besar komunitas daring tidak suka menjadi sasaran kampanye marketing yang membabi buta, jadi bersikaplah tulus, berikan manfaat nyata, dan waspada dengan promosi diri yang terlalu banyak. Itu akan menjadi bumerang bagi brand Anda.

Yang terpenting jangan sampai pesan inti yang ingin Anda sampaikan mengenai perusahaan Anda. (hbr/ap)