Ada begitu banyak kasus yang merugikan pelanggan disebabkan karena bocornya informasi pribadi yang rahasia ke orang yang tidak dikehendaki. Kebocoran ini bisa terjadi baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Misalnya data pelanggan terkirim ke alamat yang salah. Atau seseorang dengan itikad kurang terpuji berhasil membongkar, mengakses dan menyalahgunakan data yang Anda sudah simpan dengan baik.

Tentunya Anda tidak ingin kehilangan kepercayaan pelanggan dan bisnis Anda jatuh hanya karena kehilangan kepercayaan mereka. Di samping itu, terdapat berbagai konsekuensi hukum yang harus dihadapi jika pelanggan merasa itu terjadi akibat kelalaian tim Anda.

Untuk mencegah penipuan pelanggan, pencurian identitas pribadi pelanggan, dan sejenisnya, ada beberapa langkah yang bisa Anda tempuh sebagai pemilik usaha:

1. Ciptakan kebijakan kredit dan tuangkan dalam bentuk tertulis sehingga tidak terlupakan begitu saja. Kebijakan ini seyogyanya meliputi bagaimana data pelanggan dikumpulkan, ditangani, disimpan, dan dibuang.

2. Latihlah pegawai Anda mengenai kelemahan-kelemahan keamanan dengan surat elektronik (surel), begitu juga bagaimana menangani informasi rahasia. Berikan petunjuk teknis kepada mereka bagaimana bisa melindungi data pelanggan dengan baik dan benar.

3. Jika Anda mendirikan sebuah situs e-commerce, gunakan programmer yang memiliki pengalaman dan mengetahui secara mendalam mengenai keamanan situs. Banyak perusahaan yang menangani desain web sebenarnya tidak memenuhi syarat kepatutan.

Anda harus bekerja dengan sebuah perusahaan yang memiliki staf yang kompeten dan terlatih serta terdidik dengan baik mengenai permasalahan tersebut.

4. Hindari untuk menyimpan nomor kartu kredit atau informasi lainnya yang tergolong rahasia dan pribadi di server situs Anda. Ini hanya akan membuatnya rentan terhadap serangan peretas (hacker).

5. Gunakan program web yang ditulis dengan keamanan sebagai prioritas utamanya, sehingga situs Anda akan jauh lebih aman dari gangguan peretas yang bisa terjadi kapan saja.

6. Pantaulah semua transaksi untuk mengetahui jika ada penipuan. Pemantauan ini membutuhkan lebih dari sekadar memverifikasi tanda tangan (signature) dan memeriksa identifikasi yang ada selanjutnya.