Di saat krisis ekonomi melanda dunia, berhemat merupakan tindakan paling bijaksana yang bisa dilakukan. Untuk itu, sangat penting bagi Anda mulai belajar mengelola penghasilan.

Dengan mengatur keuangan secara cermat, Anda bisa terhindari dari bencana finansial. Berikut ini adalah beberapa tips mudah mengelola penghasilan:

1. Begitu menerima gaji, alokasikan 10% dari total pendapatan untuk ditabung, sebelum Anda menghitung pengeluaran bulanan ketika membuat anggaran.

Sisihkan 35% pendapatan untuk cicilan rumah dan 15% untuk membayar utang (jika ada, jika tidak dana dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain), 15% untuk transportasi (termasuk bahan bakar, asuransi, dan perawatan), dan 25% untuk kebutuhan hidup sehari-hari, seperti untuk makanan dan biaya hiburan.

Simpan dana untuk berbagai keperluan itu di dalam sejumlah amplop terpisah, dan beri nama di bagian depannya.

2. Untuk mengetahui gambaran jelas mengenai situasi finansial Anda, kumpulkan semua kertas tagihan dan rekening pembayaran.

Buat daftar singkat mengenai berbagai utang, tagihan bulanan (seperti tagihan air, listrik, telepon, biaya sewa, asuransi, cicilan mobil), pendapatan, investasi, serta tabungan.

3. Atur keuangan berdasarkan jadwal pembayaran gaji. Jika Anda digaji perminggu, bagi pengeluaran bulanan ke dalam empat bagian, dan sisihkan sejumlah uang untuk itu setiap minggunya.

4. Gunakan financial software untuk melacak keuangan Anda. Biasanya, setiap software tersebut sudah di-install langsung ke komputer atau hp. Sekali digunakan, melacak situasi finansial pun menjadi lebih cepat dan mudah.

5. Buat tujuan finansial secara spesifik dan realistis berdasarkan tiga kategori, yakni tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, serta tujuan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek merupakan tujuan yang ingin Anda capai dalam rentang waktu enam bulan sampai satu tahun. Misalnya, menabung hingga mencapai jumlah tertentu, atau membayar lunas suatu pinjaman.

Sementara itu, tujuan jangka menengah adalah tujuan yang dapat diraih dalam rentang waktu lima tahun, seperti mengumpulkan uang untuk down payment (DP) rumah, melunasi cicilan mobil, atau mengumpulkan tabungan dana pensiun.

Sedangkan tujuan jangka panjang adalah proyek yang membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk mencapainya. Misalnya, membiayai anak kuliah, memiliki cukup uang untuk pensiun, dan liburan keliling dunia. (*/mediaindonesia.com)