Layaknya sebuah perusahaan, keluarga juga harus memiliki perencanaan keuangan. Hal itu sangat penting guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Secara singkat, perencanaan keuangan adalah suatu proses perencanaan guna mencapai tujuan hidup melalui pengelolaan keuangan yang dilakukan secara terampil, cerdas dan bijaksana, serta dilakukan secara berkesinambungan.

Sebagai suatu proses, maka perencanaan keuangan tidak bisa hanya dilakukan sekali untuk selamanya. Perencanaan keuangan akan terus berkembang dengan mengikuti dinamika kehidupan dari setiap orang yang merencanakannya.

Akan terjadi banyak perubahan dalam berbagai bidang, apalagi dikaitkan dengan tahun-tahun di masa yang akan datang. Untuk itu perencanaan keuangan yang telah dibuat pada tahun sebelumnya, setelah dievaluasi harus disesuaikan dengan target dan kondisi yang terjadi saat ini.

Berikut beberapa tujuan perencanaan keuangan:
1. Mengurangi utang-utang pribadi. Sebagai contoh adalah utang-utang konsumtif, seperti utang kartu kredit.
2.Untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari berbagai risiko yang berdampak secara kesehatan. Dengan memikirkan dampak atas terjadinya suatu risiko kesehatan, kecelakaan, dan risiko kematian.
3. Membiayai kehidupan pada saat tidak lagi berada pada usia produktif (pensiun), dengan gaya hidup yang diinginkan, agar kita tidak mengalami penurunan standar kehidupan di masa pensiun.
4. Menyiapkan dana untuk pendidikan anak-anak di masa yang akan datang agar anak-anak kita mampu bersaing dalam menempuh bahtera kehidupannya di masa yang akan datang.
5. Membeli harta kekayaan seperti rumah, kendaraan ataupun harta kekayaan dalam bentuk yang lainnya.
6. Menyiapkan dana untuk kebutuhan sehari-hari.
7. Mewariskan kesejahteraan kepada generasi berikutnya. (as/dari berbagai sumber)