Kita tentu banyak mendengar, sebuah bisnis baru yang tutup setelah beberapa saat berjalan. Menurut sebuah riset dari Small Business Association (SBA) sekitar 30% bisnis baru gagal di tahun keduanya.

Tentunya, Anda tidak ingin hal itu terjadi pada bisnis Anda. Dengan mempunyai rencana dan pembiayaan bisnis yang cukup, bisnis Anda punya kesempatan berhasil. Untuk itu, hindari kesalahan di bawah ini:

Tidak melakukan riset pasar

Misalnya Anda berniat membuka sebuah minimarket, semua modal sudah disiapkan. Tapi Anda tidak bisa melihat kenyataan bahwa lokasi tempat Anda membuka minimarket sudah memiliki banyak kompetitor. Hal ini membuat ceruk pasar semakin sempit.

Kesalahan seperti inilah yang membuat bisnis gagal. Anda harus bisa mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksakan keinginan Anda masuk ke pasar.

Tidak adanya rencana bisnis

Sebuah rencana mutlak dibutuhkan sebuah bisnis. Dalam rencana itu, Anda harus memuat target yang realistis dan bagaimana mencapai target tersebut. Selain itu, Anda harus memberikan prediksi masalah yang akan menghadang serta solusinya. Jika Anda tidak mempunyai rencana bisnis, maka operasional bisnis Anda akan berjalan tanpa arah.

Tidak punya modal cadangan

Bisnis baru mungkin tak langsung menguntungkan. Jika modal Anda seret dan bisnisnya sudah diambang kematian, Anda akan kesulitan mencari pinjaman.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Anda harus menyiapkan modal cadangan. Dengan modal pinjaman yang besar dalam membuka bisnis bukanlah awal yang baik untuk bisnis Anda.

Merasa telah sukses

Setelah Anda merumuskan rencana, menjalankan bisnis dan mendapatkan basis pelanggan yang banyak, jangan terlalu puas dengan hasilnya. Bisa jadi ini belum waktunya untuk merasa puas.

Terus pantau situasi pasar dan cari tahu apakah Anda harus mengubah rencana bisnis anda. Berada di posisi paling dibutuhkan membuat Anda punya banyak waktu untuk mempertahankan strategi sehingga bisa tetap sukses. (as)