Kaya dan sukses di usia tua adalah hal biasa. Namun, kaya dan sukses di usia muda, adalah hal luar biasa.

Hal inilah yang ditunjukkan oleh deretan pemuda yang mampu masuk dalam daftar orang terkaya sejagat yang dilansir Forbes. Di dunia teknologi, beberapa miliardernya, ternyata banyak yang masih muda atau dalam artian berusia di bawah 40 tahunan dengan asumsi usia 40 adalah usia paling matang seseorang dalam hal kedewasaan.

Yang unik, kebanyakan pemuda ini sukses di usia muda ketika teman-teman seangkatannya sedang sibuk kuliah. Beberapa memilih DO namun tekun sehingga sukses datang dengan sendirinya, bukan hasil dari warisan orang tua.

Siapa saja mereka? Simak lima di antaranya berikut ini seperti yang tertera dalam Forbes’ The Richest People On The Planet 2014 berikut ini, dikutip dari merdeka.com:

1. Mark Zuckerberg

Tak bisa dipungkiri lagi, Zuckerberg masuk sebagai nama pertama pemuda yang sukses berat akibat peran aktifnya di industri teknologi. Lewat Facebook yang awalnya adalah proyek iseng, Zuckerberg mampu berubah jadi miliarder besar.

Di usia Facebook yang 10 tahun pada 2014 ini, kekayaan Zuckerberg pun ikut bertambah drastis. Padahal, banyak yang bilang bahwa popularitas Facebook sekarang sudah tak lagi segila saat mereka keluar 10 tahun lalu.

Saat ini, Zuckerberg jadi orang terkaya ke-21 dunia dan jadi pemuda paling kaya di dunia teknologi. Jumlah asetnya mencapai USD 28,5 miliar.

2. Dustin Moskovitz

Banyak yang tak tahu, tanpa Dustin Moskovitz, mungkin Facebook dan Zuckerberg takkan bisa apa-apa. Pasalnya, pria yang juga DO dari Harvard ini adalah teman sekamar Zuckerberg yang juga turut berperan dalam berdirinya Facebook.

Tak percuma Moskovitz kemudian mengikuti jejak Zuckerberg untuk keluar dari Harvard dan fokus sepenuhnya di Facebook. Dengan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya di Facebook, dirinya pun kemudian menjelma jadi miliarder.

Saat ini Dustin adalah orang terkaya nomor 202 di dunia dan pemuda terkaya ke-2 di industri teknologi dunia. Dirinya memiliki kekayaan USD 6,8 miliar.

3. Jan Koum

Membaca cerita Jan Koum seperti melihat sebuah film dengan cerita menggugah. Pasalnya, sebelum jadi miliarder, Jan Koum adalah seorang imigran yang hidup di bawah garis kemiskinan di Amerika Serikat.

Lahir di Ukraina, keluarga Koum memilih pindah ke Paman Sam dengan alasan mencari penghidupan yang lebih baik. Namun, karena kurangnya dukungan finansial, Koum pun harus menjalani hidup susah tiap harinya.

Beruntung, Koum memiliki otak jenius dan teman yang baik, yaitu Brian Acton. Keduanya lalu membuat WhatsApp yang akhirnya jadi aplikasi perpesanan paling populer sehingga dibeli Facebook seharga USD 19 miliar.

Sejak saat itu, Koum jadi orang terkaya ke 202 dunia, atau sejajar dengan Dustin Moskovitz. Dirinya memiliki kekayaan USD 6,8 miliar.

4. Eduardo Saverin

Tak seperti dua pendiri Facebook sebelumnya, Eduardo Saverin sudah terlahir sebagai orang kaya. Hal ini yang kemudian membuat Zuckerberg menjadikan dirinya sebagai investor tunggal Facebook saat awal-awal berdiri.

Tak seperti dua koleganya yang telah disebutkan di awal artikel ini, Saverin lulus dari Harvard dengan gelar Bachelor of Arts / Science (setara S1). Sempat terlibat masalah dengan Zuckerberg di Facebook, Saverin kini masih merasakan jerih payah investasinya dengan kepemilikan saham Facebook sebesar 2,2 persen.

Saat ini Saverin jadi orang terkaya keempat dunia dan pemuda terkaya ke 367 di dunia teknologi. Dirinya memiliki kekayaan USD 4,1 miliar. (bn)