Derek Lidow, penulis buku “Startup Leadership”, mengatakan bahwa para pebisnis yang ingin maju tak seharusnya mengesampingkan pelatihan dengan alasan tidak memiliki anggaran untuk itu.

Pelatihan kelas dunia muncul secara alami dalam sebuah lingkungan yang dipimpin oleh seseorang yang mampu mengilhami semua orang di bawah naungannya.

Pelatihan bukan kewajiban tetapi kebutuhan dari dalam perusahaan agar tetap bisa relevan dengan perkembangan terkini dalam dunia bisnis.

Baik mereka yang sudah lama atau baru bekerja memerlukan pelatihan agar ketrampilan mereka terus berkembang seiriing dengan perkembangan tuntutan dunia bisnis.

Bahkan yang banyak terjadi adalah banyak orang direkrut tanpa keahlian yang diperlukan dalam posisi kerjanya tetapi hanya untuk memuaskan atasan mereka.

Menurut Lidow, ada 3 hal yang menurutnya penting dalam praktik terbaik untuk pelatihan dan membantu pegawai dalam memiliki karir yang sukses, sebuah praktik yang menghasilkan keuntungan yang amat tinggi dengan jumah investasi waktu dan lainnya yang relatif rendah:

Mulailah dengan spesifikasi kerja yang bisa diuji

Setiap posisi seharusnya dijelaskan dengan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan dan bagaimana menguji calon pegawai untuk tingkat penguasaan mereka.

Penguasaan ketrampilan ditunjukkan dengan melakukan ketrampilan di bawah tingkat stres yang terus meningkat, idealnya tingkat stres yang sama dengan yang dihadapi di dunia kerja yang nyata.

Memberikan panduan kinerja

Pelatih adalah orang yang trampil dalam membantu seseorang meningkatkan ketrampilan spesifik mereka. Posisi pelatih bukan paruh atau penuh waktu. Pelatih hanya melatih saat mereka diminta dan dibutuhkan.

Lalu mereka menyaksikan atau mendengarkan pegawai bertindak dan memberikan saran mengenai hal yang menjadi tanggung jawabnya. Biasanya dilakukan oleh orang yang paling trampil di jajaran staf atau sejenisnya.

Menetapkan sistem sponsor

Yang tak kalah penting adalah memastikan semua pegawai mengetahui nama orang-orang dalam perusahaan selain atasan langsung mereka yang bertanggung jawab membantu mereka dalam mebantu berkarir dengan sukses.

Orang ini lebih dari sekadar mentor, mereka adalah sponsor, yang akan berbagi tanggung jawab atas keberhasilan karir dengan sang pegawai. (ap)