Banyak orang yang bermimpi menjadi pengusaha, banyak juga yang berusaha mewujudkan mimpinya, tetapi tak semuanya berhasil. Salah satu penyebab kegagalan dalam berbisnis adalah ketidakdisiplinan dalam melakukan pencatatan keuangan.

Apabila Anda berencana berbisnis, Anda perlu memenuhi empat aspek keuangan, yang juga menentukan keberhasilan dalam berbisnis, yakni modal, proyeksi keuangan, pajak, dan pencatatan keuangan.

Pencatatan keuangan semestinya sudah menjadi pekerjaan yang sifatnya otomatis dilakukan setiap harinya. Pencatatan keuangan tak selalu harus dilakukan saat transaksi terjadi, tetapi di akhir hari sebelum menutup toko atau transaksi, pengusaha harus melakukan kegiatan wajib ini.

Dari empat aspek keuangan yang harus dipenuhi, proyeksi keuangan dan pembukuan memiliki peran penting untuk menentukan keberhasilan usaha. Proyeksi keuangan perlu dimiliki, terutama bagi Anda yang termasuk pemula dan sedang mencari investor untuk mendanai ide usaha Anda.

Proyeksi keuangan bagi pencari investor penting agar calon investor bisa memperhitungkan tingkat keberhasilan bisnis tersebut, dari proyeksi terkait laba-rugi, arus kas, dan neraca.

Pencatatan laba-rugi memperhitungkan penjualan, biaya, dan pajak selama lima tahun pertama dalam bisnis Anda.

Selain laba-rugi, proyeksi keuangan juga terdiri dari pencatatan arus kas yang menyangkut penjualan, biaya, pajak, laba-rugi, setoran, modal untuk menghitung kapan bisnis Anda telah balik modal dan bisa berkembang menjadi berapa banyak, berdasarkan saldo kas dari perhitungan ini.

Sama seperti laba-rugi, Anda perlu membuat proyeksi keuangan berupa arus kas untuk periode lima tahun. Satu lagi yang juga melengkapi proyeksi keuangan, yaitu neraca. Neraca memperhitungkan berapa nilai harta, kewajiban, dan modal untuk mengetahui apakah harta Anda bertambah atau tidak dari bisnis yang Anda jalankan.

Sementara pembukuan juga tak kalah penting dalam menjalankan bisnis. Anda wajib memiliki pencatatan sederhana menggunakan tiga jenis buku, yakni buku pembelian, buku penjualan, buku kas atau keluar masuk uang dari total pembelian, total pengeluaran, biaya operasional, dan pemasukan.

Aspek keuangan lain yang tak kalah penting adalah modal dan pajak. Untuk permodalan, Anda tak selalu mengandalkan uang.

Modal usaha juga bisa berupa keterampilan, peralatan, pengalaman, jaringan, juga investor. Sementara mengenai pajak, biasanya usaha level UKM belum terkena pajak.

Namun, jika usaha Anda terus berkembang, pajak menambah satu lagi kewajiban yang harus diperhitungkan dalam pencatatan keuangan. (*/Kompas.com)