Cara mencari investor seperti yang sudah kita ketahui mengenai elevator pitch, presentasi singkat selama 2 menit, kesempatan/ undangan presentasi di depan investor, dan peluang pitching yang demikian banyak.

Dasar dari semua presentasi ialah Slide Deck, sebuah format baku presentasi startup untuk audiens. Semua hal ini merupakan ronde kualifikasi, memenangkan sebuah ronde tak berarti Anda sudah menang.

Menang berarti Anda harus terus bermain, kalah dan mungkin duduk sebagai penonton sementara waktu. Meski banyak versi Slide Deck di luar sana, semuanya sangat mirip dalam hal informasi yang disajikan pada audiens.

Berikut ialah salah satu versi yang ada.

  • Company Overview – Problem, Solution, Product
  • Market and Market Context Your Company Addresses
  • Business Model
  • Progress and Milestones
  • Competition and Company’s Secret Sauce
  • Partners, Customers & Pipeline
  • Team – Founders, Advisors, and Mentors
  • Finances
  • Exit Opportunity

Meski semua kategori ini penting, sebagian memiliki signifikansi lebih tinggi dari yang lain. Jadi di mana seorang entrepreneur harus memfokuskan dirinya?

Cara Mencari Investor

Berikut merupakan peninjauan yang lebih terseleksi mengenai bagaimana sebuah perusahaan dievaluasi untuk pendanaan sebuah kelompok investasi.

  • Team (25%)
  • Customer understanding (12.5%)
  • Market Opportunity (12.5%)
  • Business Model (12.5%)
  • Competition (12.5%)
  • Product (10%)
  • Financials (10%)
  • Exit Opportunity (5%)

Menariknya, mayoritas entrepreneur fokus terlalu banyak pada produknya. Itu memang tidak buruk jika Anda memberikan presentasi pada konsumen tetapi investor kurang tertarik pada penggunaan produk.

Mereka lebih menginginkan bagaimana mencetak untung dengan cara yang cepat. Apa yang paling menarik bagi investor ialah bagaimana sebuah startup menghasilkan laba dan bagaimana rencana startup untuk menggenjot nilai perusahaan.

Amati dengan baik kriteria evaluasi dan Anda akan menemukan bahwa itu semua banyak terkait dengan marketing – pemahaman konsumen, peluang pasar, kompetisi, dan skema penetapan harga (bagian dari model bisnis) semuanya ialah poin marketing.

Sebuah usaha menentukan dan mengembangkan produk atau layanan berdasarkan kebutuhan konsumen. Demikian pula saat berkenaan dengan pendanaan, perusahaan rintisan itu sendiri merupakan produknya.

Waktu terbaik untuk menarik investor ialah saat usaha rintisan mencapai sebuah titik tolak yang secara signifikan menambah nilai perusahaan.

Entrepreneur harus membangun usaha sedemikian rupa sehingga usaha itu menjadi menarik bagi investor.