Apakah bisnis yang sedang Anda jalankan berjalan di tempat?

Penyebabnya bisa banyak faktor, satu di antaranya tidak adanya cetak biru bisnis yang jelas dan terdokumentasikan dengan matang.

Bisa jadi bisnis Anda sudah berjalan tahunan, meski tanpa perlu menulis dan mendokumentasikan rencana kerja. Namun ketika menemukan masalah, mulai dari alur kas yang macet, karyawan yang tidak produktif, bahkan penjualan yang melorot, inilah tandanya Anda harus memperbaiki manajemen.

Cetak biru bisnis harus tertulis secara jelas dan terarah. Cetak biru bisnis digambarkan sebagai piramida dimulai dari atas dengan visi, lalu misi, tujuan, kemudian rencana kerja di bagian paling bawah paramida.

Sisi-sisi paramida adalah kepribadian (karakter), budaya, dan perilaku (mindset) yang berpengaruh terhadap keberhasilan suatu bisnis.

Semua unsur dalam piramida ini harus tertulis. Dengan aturan yang tertulis jelas, tim kerja memiliki arahan yang jelas sesuai posisi dan tanggungjawabnya.

Visi menjadi kewajiban pemilik usaha dalam merumuskan, kemudian misi menjadi wewenang dan tanggungjawab level CEO atau presiden direktur, lalu tujuan usaha akan dijalankan dengan arahan dari manajer, rencana kerja yang tersusun baik kemudian dijalankan tim.

Sebagai individu dalam skema bisnis, karyawan menjalankan pekerjaan dengan mindset, karakter dan budaya kerja yang seirama sesuai aturan tertulis yang berlaku di perusahaan.

Berikut beberapa hal yang harus ada dalam cetak biru bisnis Anda:

  • Visi
  • Misi
  • Tujuan
  • Rencana kerja
  • Prosedur standar operasi
  • Deskripsi pekerjaan
  • Peraturan
  • Organisasi
  • Arus kas
  • Strategi

Jadi, jika bisnis Anda tak kunjung mendatangkan hasil maksimal, pastikan untuk menyusun kembali segala aturan kerja, dan pastikan sudah tertulis untuk menjadi panduan semua pekerja.

Bahkan budaya kerja pun harus dituliskan untuk memotivasi diri, baik si empunya bisnis maupun pekerjanya. (*/dari berbagai sumber)